Wednesday, January 2, 2013

Keinginan Keinginan

Halo tahun 2012!! selamat tinggal ya, saatnya kini aku menampakan waktu dan tenagaku di tahun 2013.
setahun kemaren aku menghabiskan setengahmu dengan perut yang membesar, dan di bulan Meimu aku melahirkan seorang bayi perempuan Mustika Mumtazah Alisdi.
Sibuk, yap kesibukan baru serasa menggerogoti kreatifitas, waktu berkelakar, dan bersenang-senang dengan sendiriku. Ada seorang makhluk lucu yang membutuhkanku setiap detik..ups lebay okelah menit paling tiak dia selalu ada, entah dalam pikiran, dekapan, atau dalam cahaya mataku. 

Aku tidak berdusta jika memang setahun lalu terasa begitu cepat, bagiku..tidak banyak membuahkan ..hmmm apa ya.. katakanlah achievement . Semua seperti rutinitas, yang setelah sehari berlalu aku akan bersyukur padaNya ..kemudian hari esoknya, dan aku bersyukur lagi, dan esoknya...begitu terus sampai akhirnya pikuk terompet dan kembang api ku dengarkan dari atas atap rumah kami.

Rutinitas ini aku harap tak membunuh kami, aku dan suamiku saat setiap hari aku akan bilang;
"lihat gedung itu...sudah sampai tingkat 10"
kemudian aku mengulangnya kembali saat proses pembangunannya sudah sampai tingkat 11,12,13 dst
Gedung itu adalah Gedung depan MNC. dan setiap hari kami melewatinya ..saat mau menuju kantor selepas berkendara dengan kereta di Gondangdia

Aku tahu suamiku akan bosan mendengarnya, baginya mungkin aku iseng. Namun aku hanya ingin membuatnya teringat bahwa setidaknya cukup keren saat setiap hari kami melewati sebuah proyek pembangunan gedung dari waktu pembuatan dasar sampai lantai tertingginya sudah berdiri tegak.

Tahun 2012 bagiku seperti sebuah giliran kehidupan. Hei kamu perempuan, saat kamu sudah bersuami kemudian memiliki anak, maka giliranmu sekarang adalah mengurus anak, memeras ASI, membeli mainan..yeah be the best wife and mother. Menurutku fase ini seperti sebuah fase giliran for mostly woman ..right?

Hanya saja semoga tidak terlalu naïf dan jumawa ketika aku ingin menjadikan fase ku ini luar biasa. Yap luar biasa menurutku dan menurutNya. Ingi kudidik seperti apa anaku kelak, membentuknya, membiasakannya seperti apa, this is my Kingdom!. (with my husband..#fine!)

Banyak keinginan-keinginan yang muncul di tahun 2012 ini, ide2 untuk membentuk rumah tangga ideal. Semua sebatas ide. Tapi menurutku itu bagus. Anggap saja 2012 adalah penyesuaian. Disini ide muncul dan semoga 2013 nanti adalah tahun in action!

Tidak semua mimpi2 ini bisa dibagi dengan pasangan hidup. Kadang muncul pikiran aneh dariku dan tentunya hanya cukup sampai disini. Tidak ada yang mendukungku. Tapi aku cukup tahun bahwa antara pasangan hidup pun ad ruang masing2. Kadang mimpi2 ku tdk bisa di share dengannya.

Kepada siapa ya aku berjanji untuk memberikan rasa di 2013?
Karena janji dibutuhkan untuk sebuah pencapaian. Saat ini orang orang seakan menganggap fase ku ini hanyalah air yang  mengalir…mengasuh anak hingga tiba2 dia dewasa.

Happy New Year!

Thursday, December 22, 2011

Air mata yang kuingat dari Ibuku



Beberapa Air Mata Ibuku yang aku ingat
1. Air mata saat aku kena kecelakaan yang gak perlu waktu kecil. Sebenarnya aku bukan saksi mata Cuma ibuku cerita sendiri lha wong aku masih kecil. Sat itu aku sekitar umur 2-3 tahun. Umur segitu membuatku rajin-rajinnya meniru tingkah laku orang termasuk tingkah laku kakaku yang lebih sering aneh dari pada wajarnya.
Saat itu di perumnasku musim kacang telur. Cara makannya pun harus keren. Si kacang harus dilempar dulu trus ditangkap dengan mulut (kayaknya terinspirasi dari iklan), beberapa kacang yang gak berhasil ditangkap dan jatuh ke lantai tentu diambil lagi utnuk mencoba lemparan selanjutnya.
Aku yang nol bawang ikut-ikutan. Jadilah aku lempar-lempar kacang, satu berhasil aku semakin ketagihan namun naas deh saat coba melempar kacang, sikacang bukannya jatuh di mulut tapi malah nyungsep ke hidung dan lumayan dalam, jadilah aku sesak napas, orang yang berada disekitarku termasuk ibuku jadilah panic, dan ibukupun menangis. Aku merem melek, ga bisa napas. Si kacang malah semakin dalam. Kemudian ibuku membawaku ke mantra deket rumah dengan digendong,berharap dapat pertolongan pertama. Seingatku aku udah mau pingsan, dan si mantri berhasil memasukan alat semacam japitam ke lubang hidung untuk ngambil si kacang naas itu. Setelah beberapa lama mencoba aku ingat akhirnya si kacang berhasil dikeluarin, dan waktu itu aku masih setengah sadar.

2. Air mata saat aku kena penyakit tipus, waktu itu kelas 3 SD, kata dokter sedikit terlambat dibawa ke rumah sakit. Aku Cuma ingat si dokter ngomel-ngomel ke bapak n ibuku saat memeriksakan aku ke kliniknya. Si dokter bilang kalo terlambat bisa bahaya.

3. Air mata saat ibuku ambil rapot waktu aku duduk di bangku kelas satu SMA. Saat itu aku berhasil menduduki peringkat delapan :D. Moment ini menjadi keharuan yang luar biasa untuk ibuku, karena dari riwayat perankinganku tak pernah masuk 10 besar. Apalagi jama SMP aku termasuk anak yang gak serius belajar dan bernilai jelek. Saat kelulusan SMP aku berhasil masuk sekolah favorit (kata kakaku sih karena aku beruntung), makanya ibuku kawatir kalau2 aku gak bisa mengikuti pelajaran di SMA favorit. Ternyata malah masuk ranking :D

4. Air mata saat ibuku ngantar aku untuk kerja di Jakarta sebagai debut baruku menjadi anak mandiri. Waktu itu di stasiun Tugu Yogyakarta, dengan membawa tas bekas bapaku yang cukup gede, dan beberapa tentengan lainya akupun siap jadi urban di Jakarta for the first. Kereta Bisnis pun sudah datang setelah aku duduk di bangku penumpang, ibuku masih ajak bicara lewat jendela kereta. Tiba-tiba dia nangis, pastilah karena haru atau apalah. Setelah keretaku sudah mulai jalan, si Ibu makin agak menjadi-jadi ngikutin kereta jalan gitu. Aku yang tadinya udah mau nangis, malah inget film india kuch kuch hota hai yang adegan ngejar kereta. Jadilah aku agak mringis lucu.

5. Air mata saat 21 Mei 2011, yaitu saat akad nikahku. Waktu itu sebagai calon mempelai wanita, aku yang sudah didandanin di bawa keluar bak putri raja sehari. Setelah didudukan di kursi pengantin, ibuku melihatku trus mewek tapi gak keluar air mata. Dia Cuma melihatku ngampet nangis. Mungkin dalam perasaannya “ini anak kayaknya kemaren masih dimandiin, disuapin, sekarang sudah mau diambil orang..”

Dan mungkin banyak air mata-air amata lain yang aku gak pernah tahu. Mungkin aku menyakitinya, atau membuatnya haru. Maafkan aku ibuku..:)
#edisi anak baik